Soto Mie Leo Dozan, Kebab Baba Rafi, Sinar Garut, Bengawan Solo Coffee.... Hm, bisnis food & beverage rasanya memang tidak pernah sepi. Anda pun jadi tertarik untuk memulai usaha sendiri di bidang ini. Tetapi mungkin Anda masih bingung antara merintis usaha sendiri, atau membeli franchise (waralaba) dari usaha yang sudah ada dan cukup dikenal (seperti singkong keju, donat kentang, jagung manis, dan lainnya).
Sebetulnya mana yang lebih menguntungkan dan aman bagi pemula di bidang wirausaha, merintis usaha sendiri atau membeli franchise? Jika membeli franchise dapat dikatakan aman, apa saja yang harus dipelajari, dipersiapkan, dan dilakukan? Sebaliknya, jika lebih aman merintis usaha sendiri, sebaiknya apa yang harus kita persiapkan dan lakukan terlebih dulu? Apakah modal sebanyak Rp 20 juta cukup untuk membuka usaha makanan kecil? Dari jumlah modal awal itu, berapa kira-kira uang yang sebaiknya kita putar, dan berapa jumlah uang yang harus disimpan sebagai cadangan modal?
Memulai suatu usaha selalu dirasakan berat bagi semua orang, apalagi bagi mereka yang belum pernah melakukan atau berbisnis sebelumnya. Itulah sebabnya banyak orang yang kemudian mengambil jalan pintas dengan membeli franchise, dengan harapan tidak terlalu berat dan menakutkan dibandingkan memulai usaha sendiri. Sebenarnya, terdapat kelebihan dan kekurangan dari masing-masing usaha ini.
Satu hal pertama yang sering dilupakan oleh banyak pebisnis pemula adalah “membeli franchise” tetap sama dengan apabila kita memulai bisnis sendiri. Banyak orang beranggapan, membeli franchise adalah jaminan bahwa uangnya aman dan bisnis akan tetap berjalan. Kenyataannya tidak demikian. Banyak yang terjadi, terutama di Indonesia, pada masa-masa euphoria franchise sekitar 3-4 tahun yang lalu, dimana usaha yang di-franchise-kan dahulu kini sudah tidak ada lagi usahanya. Atau, apabila masih ada pun hanya tinggal 1 atau 2 toko saja. Lebih parahnya lagi adalah, ada beberapa usaha yang di-franchise-kan justru kantor pusat alias franchisor-nya yang malah sudah tutup alias gulung tikar. Oleh sebab itu, berhati-hatilah. Itu sebabnya Asosiasi Franchise Indonesia atau AFI menerapkan aturan yang ketat bagi anggotanya.
Yang harus selalu diingat dan diperhatikan pula, stigma membeli franchise lebih aman daripada memulai usaha sendiri dengan cara dan merek sendiri, tidak sepenuhnya benar, khususnya di Indonesia. Seperti yang sudah diungkapkan di atas, franchise tetaplah merupakan sebuah bisnis atau usaha yang juga memiliki risiko dan harus dilakukan dengan serius dan benar.
Apabila kita mengacu kepada proses standardisasi franchise di luar negeri, seorang franchisee (pembeli franchise) haruslah melalui proses menunggu atau waiting list, melakukan interview (wawancara) berkali-kali, sampai franchisor-nya yakin, orang tersebut layak untuk mendapatkan franchise yang diinginkan. Belum lagi memperhitungkan lokasi untuk tempat usaha ,yang menjadi salah satu ukuran terpenting suksesnya sebuah franchise.
Seluruh proses yang dilakukan oleh sebuah perusahaan yang di-franchise-kan sebenarnya harus dilakukan oleh usaha mana pun yang meliputi pemasaran produk, keunggulan produk, lokasi penjualan, dan lain-lain. Hanya saja, banyak dari pebisnis pemula yang tidak mau atau tidak mengerti dalam melakukan persiapan awal sebuah usaha sebelum memulai usahanya itu.
Akan tetapi, kendati proses ini sudah dijalankan, proses menjalankan sebuah usaha tetap harus dilakukan dan diawasi dengan ketat, layaknya usaha yang dilakukan tanpa franchise. Hal-hal yang diharus tetap dijaga antara lain: kualitas barang dagangan, standar layanan, standar kebersihan (untuk usaha restoran atau usaha lainnya yang memerlukan tingkat kebersihan yang tinggi), dan lain sebagainya.
Lalu, apa saja kelebihan dan kekurangan dari memilih franchise dibandingkan memulai usaha dengan merek sendiri?
Pertama, yang bisa diharapkan dari sebuah franchise adalah “branding” alias nama besar yang sudah disandang oleh franchisor. Dengan nama besar yang sudah disandang oleh franchisor, diharapkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk ataupun jasa yang diberikan sudah sangat tinggi. Sehingga, dapat dikatakan begitu buka toko sudah ada pembeli yang mengantri untuk masuk dan membeli dagangan Anda. Oleh sebab itu, hindari perusahaan yang di-franchise-kan yang belum mempunyai nama, baik itu nama bisnis atau usahanya, ataupun nama pemiliknya yang sudah dikenal masyarakat.
Kedua, untuk bisnis makanan, pastikan resep atau rasa yang sudah digemari oleh orang (khalayak ramai) dan teruji. Diharapkan ketika membuka toko itu, masyarakat sudah familiar dengan nama dan rasa dari makanan yang Anda jajakan, sehingga mereka tidak takut untuk mencoba. Banyaknya orang yang masuk ke toko akan meningkatkan penjualan, yang ujung-ujungnya akan meningkatkan pendapatan dan keuntungan. Oleh sebab itu, carilah franchise dimana rasa makanan yang ditawarkan sesuai dengan lidah kebanyakan orang.
Keuntungan terakhir yang bisa didapatan dari sebuah franchise adalah sistem kerja yang sudah standar atau sama dari satu toko ke toko lain. Sistem kerja yang sudah standar ini akan memudahkan karyawan Anda untuk melakukan pekerjaan dan memudahkan Anda sebagai pemilik usaha untuk melakukan kontrol terhadap kerja karyawan, karena sudah jelas tolak ukurnya.
Yang harus dipersiapkan sebelum memulai usaha:
1. Pastikan Anda sudah memiliki dana darurat keluarga yang besarnya tergantung banyaknya tanggungan keluarga Anda. Pastikan pula dana investasi untuk usaha ini tidak akan mengganggu keuangan keluarga Anda (dianggap uang investasi yang hilang).
2. Besaran dana investasi (secara nominal) akan tergantung dari jenis usaha dan skala usaha yang ingin dilakukan. Sebaiknya, mulailah dengan yang kecil dulu, setelah berhasil usahanya barulah bisa dibesarkan lagi.
3. Selain dana investasi untuk sewa, peralatan, dan perlengkapan, yang juga harus dipersiapkan adalah dana untuk perputaran. Idealnya, untuk usaha makanan diperlukan dana sekitar tiga bulan cadangan untuk diputarkan atau dikenal dengan modal kerja. Akan tetapi, agar lebih aman, Anda bisa mempersiapkan sampai dengan 6 bulan modal kerja. Yang harus selalu diperhatikan adalah jika Anda memiliki bujet investasi usaha sebesar Rp 20 juta (di luar modal kerja). Jangan menggunakan seluruh modal untuk investasi, tetapi pergunakan sebagian saja, sehingga ada kelebihan dana cadangan apabila dibutuhan.
Selamat berwirausaha!
Narasumber: Aidil Akbar Madjid, MBA, RFC, perencana keuangan dari International Association of Registered Financial Consultant (IRAFC) Indonesia.
Selengkapnya...
Rabu, 04 November 2009
USAHA SENDIRI ATAU FRANCISE
BISNIS LEWAT INTERNET DAN MILIS
Internet dengan dapur mungkin terasa bagai langit dan bumi. Tetapi dua dunia yang tidak berhubungan itu dipertemukan oleh Fatmah Bahalwan lewat milis Natural Cooking Club (NCC). Dari awalnya sekadar berbagi ilmu seputar masakan, kini berkembang menjadi usaha boga yang membuat sebagian anggotanya jadi jutawan.
Perkenalan Fatmah dengan internet sebenarnya sudah terjadi cukup lama, sejak 1994. Namun, ia baru aktif memanfaatkan sarana milis sejak krisis moneter 1998. "Waktu itu gaji saya terasa sedikit, lalu terpikir untuk meningkatkan penghasilan," ujarnya. Fatmah lalu mengikuti berbagai milis untuk memasarkan kepandaiannya memasak.
Dunia maya yang tidak terbatas rupanya menjadi sarana yang ampuh untuk berjualan. Buktinya, pesanan kue-kue Fatmah naik berkali lipat, dari yang semula hanya empat loyang menjadi ratusan loyang. "Sebelum lewat internet, saya juga menawarkan kue-kue buatan sendiri pada kenalan dan teman-teman di kantor," kenangnya.
Dalam tempo singkat, usaha sampingan yang dilakukan Fatmah pun makin berkembang. Pesanan demi pesanan terus mengalir. "Sejak itulah saya mulai cari modal untuk membuka jasa katering," cetusnya.
Tahun 2004, Fatmah yang sebelumnya bekerja sebagai sekretaris di sebuah bank swasta ini, berhenti bekerja. "Penghasilan saya dari membuat masakan jauh lebih besar dari gaji di kantor," ujarnya. Untuk membantunya memenuhi pesanan, Fatmah lalu memberdayakan ibu-ibu di sekitar tempat tinggalnya. "Lumayan, para tetangga juga bisa dapat hasil," katanya.
Tak Pelit Ilmu
Kemahiran Fatmah memasak rupanya sudah dimulai sejak ia masih anak-anak. "Di rumah, saya kebagian tugas memasak untuk seluruh saudara saya yang jumlahnya 12 orang."
Fatmah kecil juga kerap mewakili ibunya menghadiri acara kursus memasak ibu-ibu PKK di kelurahan serta rewang (membantu) jika ada kerabat atau tetangga yang hajatan. "Sejak kecil saya sudah tahu bagaimana membungkus lemper yang benar atau bagaimana membentuk kroket."
Bekal ilmu yang diketahuinya sejak usia anak-anak terus dipupuknya dengan mengikuti berbagai kursus membuat kue setelah ia dewasa. Walau mahir memasak dan membuat kue, Fatmah tak pernah pelit membagi ilmunya.
"Saya pernah penasaran dengan resep chiffon cake. Berulang kali nanya teman yang jago bikin kue itu tapi enggak pernah dikasih tahu," katanya. Karena gemas, Fatmah lalu mengikuti kursus membuat cake. "Sejak itu saya langsung ingin mencari tempat untuk bercerita bahwa membuat cake itu mudah," cetusnya.
Internet adalah tempat yang paling pas untuk memenuhi keinginan Fatmah. Ketika mengikuti milis, Fatmah aktif menjawab pertanyaan tentang resep. Semua ilmu seputar dunia boga yang diketahuinya ia bagikan, bahkan ia sampai membeli berbagai buku resep untuk disebarkan lagi di milis.
"Rugi deh kalau ilmu kita dirahasiakan, saya sekarang justru dapat penghasilan dari kebiasaan saya bercerita. Kalau kepandaian kita dirahasiakan, begitu ada order banyak kita enggak akan sanggup ngerjain," paparnya.
Banyak Anggota Sukses
Tahun 2005, Fatmah dan suaminya, Wisnu Ali Martono, membuat milis NCC. Dengan keanggotaan awal hanya empat orang, kini telah mencapai 5000 orang yang tersebar di lima benua. "Lonjakan member NCC terjadi sejak dimuat di Kompas Minggu." Kini, milis yang dikomandaninya itu diurus oleh delapan moderator.
Sebagian besar anggota NCC adalah para ibu. Banyak yang awalnya sama sekali tak kenal dapur, kini malah mahir memasak bahkan berjualan kue. "Saya kini sedang berbahagia dan sering terharu membaca posting-an para member yang sukses," ujarnya.
Selain berbagi ilmu lewat milis, Fatmah membuka kursus memasak setiap akhir pekan dan kursus privat setiap jam kerja. Pesertanya pun membludak. Kini, dalam sebulan ada 10 kali kursus yang diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai daerah di luar Jawa, bahkan mancanegara. "Saya hanya mengajar di rumah lho, dan memakai peralatan memasak ala dapur rumah," katanya.
Kebanyakan anggota NCC memang hanya ingin melampiaskan hobi memasak, tetapi tak sedikit pula yang kini beralih menjadi pengusaha boga. "Bagaimana saya tidak terharu waktu menerima telepon dari salah seorang member yang mengabarkan ia mendapat pesanan risoles 600 buah setelah mencoba resep yang saya beri," kata Fatmah.
Fatmah dan para anggota NCC memang pantas berbangga hati. Memasak, yang awalnya adalah hobi dan kebutuhan, kini bisa menggerakkan ekonomi rumahtangga. "Meski ekonomi sedang tidak stabil, tapi kami, para member NCC lebih siap menghadapinya karena kami punya keterampilan lain untuk mencetak uang," kata Fatmah optimis.
Selengkapnya...
12 Pilihan Bisnis Franchise
Punya modal, tetapi tak punya banyak waktu untuk mengurus usaha? Ambil franchise saja. Sepuluh pilihan bisnis ini mungkin cocok untuk Anda.
1. Quick Cut
Salon rambut asal Jepang ini memiliki konsep berbeda dengan salon lain. Higienis dengan peralatan, selalu disterilisasi sebelum digunakan, waktu pelayanan hanya 15-20 menit, dan dikerjakan oleh stylist profesional. Paket franchise bisnis ini sekitar Rp 150 juta, sudah termasuk franchise fee Rp 40 juta untuk kerja sama selama 5 tahun, peralatan, dan renovasi tempat. Royalty fee 7%, ditambah marketing fee 3% dari pendapatan per bulan. Klik www.quickcutindonesia.com untuk informasi lebih lanjut.
2. Ikki Bento
Menyajikan menu makanan Jepang ala kaki lima yang dijual di gerai mini alias kedai. Paket franchise yang ditawarkan Rp 25-35 juta dengan sistem kemitraan (tidak perlu membayar royalty fee). Semua keperluan memulai usaha disediakan, dari bahan baku, peralatan, pelatihan karyawan, hingga promosi. Masa waktu kemitraan 5 tahun. Jika berminat, Anda bisa menghubungi Abri Mada di 021-714 00 008, atau email di ikkibento@yahoo.com.
3. Kedai Digital
Menjawab kebutuhan orang untuk tampil, kini bermunculan bisnis kedai digital. Banyak orang sangat suka memasang foto diri di mug, t-shirt, mouse pad, pin, atau gantungan kunci. Tak heran bila usaha ini pun cukup laris. Dengan sistem kerja sama BO alias Business Opportunity (sejenis franchise), usaha ini membutuhkan total investasi sekitar Rp 80-100 juta. Paket sudah termasuk mesin dan bahan baku yang akan digunakan untuk operasional. Informasi lebih lanjut, klik www.kedaidigital.com.
4. Indomaret
Hampir di setiap lokasi strategis, Anda akan menemukan Indomaret. Dana yang dibutuhkan untuk investasi bisnis ini sekitar Rp 250-350 juta. Sudah termasuk franchise fee Rp 36 juta untuk masa 5 tahun, perijinan, renovasi, peralatan elektronik, dan non elektronik, tetapi belum termasuk tempat, yang disyaratkan minimal seluas 120 m2. Royalti disesuaikan dengan omset tiap bulan: 0% bila omset kurang dari Rp 175 juta, 2% bila omset Rp 175-200 juta, 3% jika omset Rp 200-225 juta, dan 4% jika omset di atas Rp 225 juta. Jika berminat, Anda bisa menghubungi PT Indomarco Prismatama, 021-691 8978/691 8990.
5. 3D Baby Print
Bisnis membuat replika tangan dan kaki bayi ala body printing 3 dimensi memang masih langka. Namun, melihat betapa narsis orang jaman sekarang, prospek bisnis ini ke depan bakal cerah. Berapa investasinya? Ada beberapa paket pilihan. Paket silver Rp 38 juta, gold Rp 58 juta, dan platinum Rp 138 juta. Informasi lebih lanjut, hubungi PT Tatacipta Mega Pelangi, 021-9998 8388, 0811 848 585.
6. Kebab Turki Baba Rafi
Siapa tak kenal kebab, gulungan makanan khas Timur Tengah yang tersusun atas daging (sapi, ayam, kambing) panggang berbumbu dengan irisan sayuran, mayones, dan saus tomat? Anda bisa menjajal usaha makanan ini lewat franchise Kebab Turki Baba Rafi. Ada beberapa pilihan paket investasi. Tipe gerobak Rp 55 juta, booth Rp 75 juta, indoor booth Rp 105 juta, dan kafe Rp 185 juta, untuk masa kontrak 5 tahun, dan royalty fee sebesar 5%. Informasi lebih lanjut bisa Anda dapatkan di www.babarafi.com, atau hubungi Hendy Setiono di 031-7064 1912, atau 0812 358 0791.
7. Simply Fresh Laundry
Usaha laundry kiloan ini memang punya kelebihan dibanding usaha sejenis lain. Mulai dari proses pengerjaan yang menggunakan peralatan teruji, dan sesuai washing care label tips sehingga tidak merusak pakaian, hingga pelayanan yang telah terkomputerisasi dan menerapkan sistem member card. Harga investasi untuk paket standar Rp 80 juta, dan paket eksklusif Rp 99 juta. Ingin tahu lebih banyak, klik www.simplyfreshlaundry.com.
Yang ini juga menarik:
1. Photo & Print
Dengan Rp 36 jutaan Anda sudah bisa memulai bisnis foto instan ini. Informasi franchise hubungi Istana Pasar Baru Lt. 1, no. 31, Jakarta Pusat. Telp. 021-380 0271, Victor di 088 8356 4944.
2. Campina Scoop Counter
Memulai bisnis es krim ini, Anda cukup menginvestasikan dana sebesar Rp 10 juta. Informasi franchise hubungi Customer Service, 0 807 7576 (pulsa lokal).
3. I-Tutor
Kursus bahasa Inggris untuk anak-anak ini membutuhkan investasi sebesar Rp 35 juta, sudah termasuk franchise fee Rp 15 juta untuk seumur hidup, tetapi belum termasuk tempat. Informasi lebih lanjut, hubungi Jl. Raya Duri Kosambi No. 168H, Cengkareng, Jakarta Barat, telp. 021-541 0253.
4. Andrew Crepes
Investasi untuk bisnis makanan ringan ini Rp 39 juta. Biaya sudah termasuk franchise fee Rp 15 juta selama 5 tahun, dan peralatan usaha. Informasi franchise, klik www.andrewcrepes.com.
5. Sehat Therapy
Investasi untuk memulai bisnis salon sehat ini antara Rp 50-100 juta, sudah termasuk franchise fee Rp 60 juta selama 5 tahun, tapi termasuk tempat. Untuk informasi hubungi 021-385 5936, 345 3005.
Selengkapnya...
BISNIS LAUNDRY
Bagaimana memulai bisnis laundry? Mulai dari modalnya, perincian biaya untuk membeli alat dan fasilitas yang harus dipenuhi, hingga perkiraan pengeluaran per bulan dalam bisnis laundry dan keuntungannya. Selain itu, jika ingin ber-partner apa saja kriteria partner bisnis yang baik dan dapat dipercaya? Jika kita tak sanggup membeli alat atau fasilitas berat seperti mesin cucinya, apakah bisa menyewanya?
Di Indonesia ada beberapa jenis usaha yang masih termasuk ke dalam kategori bisnis laundry alias cuci-mencuci baju.
Bisnis laundry dari jenis yang paling sederhana dikenal dengan cuci-setrika. Bisnis ini biasanya menjamur di daerah yang banyak terdapat kos-kosan atau rumah kontrakan, dimana penyewa kos atau kontrakan tak sempat atau tak bisa melakukan cuci dan setrika baju sendiri. Biasanya ini dikerjakan oleh pembantu atau penjaga kos-kosan itu.
Sementara bentuk laundry yang canggih di Indonesia dari dulu dikenal dengan istilah binatu. Dalam bahasa modern saat ini lebih dikenal dengan istilah laundry & dry clean, dimana untuk laundry pakaian dicuci menggunakan mesin cuci. Sedangkan untuk dry clean pakaian dibersihkan dengan cairan kimia khusus yang bisa membersihkan dan merontokkan kotoran di pakaian tanpa dicuci secara biasa.
Usaha jenis ini yang dulu hanya dilakukan secara rumahan atau terdapat di hotel-hotel mewah untuk fasilitas tamunya, lalu mulai menjamur di tahun 1990-an, sejak dimulainya sistem franchise (waralaba) bisnis ini dari luar negeri.
Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir juga menjamur bisnis sejenis yang menggunakan waralaba lokal dan sistem agency yang bisa memberikan layanan dengan harga lebih terjangkau. Layanan, yang tadinya hanya diperuntukkan bagi masyarakat kelas atas, kini bisa dinikmati masyarakat kelas menengah ke bawah.
Tak berhenti sampai di situ, kombinasi antara layanan murah dengan layanan cuci-setrika tadi berkembang lebih kreatif lagi dengan munculnya laundry kiloan. Yaitu laundry biasa, tapi dengan harga yang dibayarkan berdasarkan hitungan kilogram (bukan per potong pakaian).
Nah, bila Anda menginginkan bisnis laundry untuk kelas menengah yang bisa terjangkau seluruh lapisan, mari kita lihat persiapan apa saja yang harus dilakukan.
Pertama, modal untuk investasi yang dibutuhkan untuk lokasi penjualan (outlet tempat menerima pelanggan atau cucian), lokasi mencuci, dan peralatan berupa mesin-mesin yang dibutuhkan, serta instalasi air, listrik, dan buangan air kotor.
Lokasi tempat menerima cucian dan tempat mencuci bisa dilakukan di tempat yang sama atau terpisah, mengingat dibutuhkan instalasi air yang memerlukan ruang dan biaya yang juga besar.
Ada pun mesin yang dibutuhkan adalah: cash register (mesin hitung uang), mesin cuci baju kapasitas besar/ industri, mesin pengering baju kapasitas besar, mesin setrika press besar, dan setrika tangan. Ini minimum standar mesin yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini. Jika jumlah cucian belum terlalu banyak, mesin press (setrika otomatis) bisa digantikan seterika tangan yang harganya jauh lebih murah.
Mesin cash register digunakan di lokasi penerima cucian untuk mencatat dan menerima transaksi keuangan. Mesin cuci digunakan untuk mencuci pakaian yang bisa dicuci dengan mesin biasa, sedangkan pakaian yang tak bisa dicuci dengan mesin cuci biasa harus dicuci secara terpisah.
Kendati Indonesia negara tropis dengan matahari yang terus bersinar, kita tak bisa mengandalkan matahari untuk mengeringkan cucian. Selain itu, diperlukan ruang jemuran yang amat besar untuk mengeringkan pakaian. Bila musim hujan tiba, akan sulit untuk mengeringkan pakaian. Maka, dibutuhkan mesin pengering cucian.
Mesin setrika (press) otomatis juga diperlukan, tapi untuk mendapatkan press-line atau garis setrika yang jelas dan tegas biasanya tukang cuci lebih menyukai setrika tangan yang berat, karena memberikan hasil yang jauh lebih maksimal, meski membutuhkan tenaga pekerja lebih banyak.
Sedangkan untuk biaya operasional sehari-hari komponennya: biaya sewa tempat deterjen dan pelunak cucian, air, bahan kimia untuk dry-clean, dan SDM (pekerja). Untuk lokasi bisa di rumah sendiri, terutama lokasi untuk tempat mencuci. Sedangkan air, bisa pakai air tanah, tapi usahakan disaring lebih dulu karena air tanah yang kotor bisa merusak pakaian.
Di beberapa laundry modern, biasanya menggunakan mesin penyaring air sebelum digunakan atau mesin daur ulang air. Beberapa laundry modern yang lebih mewah dan mahal bisa menggunakan air minum mineral untuk mencuci pakaian pelanggan. Dibutuhkan 1 orang pekerja di tempat penerima cucian, 2 orang pekerja di tempat pencucian, 1 orang untuk mencuci, dan 1 orang lagi untuk setrika pakaian.
Modal terbesar yang harus dipersiapkan adalah untuk pembelian mesin-mesin dan sewa tempat. Adapun harga mesin relatif ke jenis mesin yang ingin dibeli. Mesin cuci punya spesifikasi, tergantung dari jumlah kilogram yang ingin dicuci apakah 10 kg, 20 kg, 30 kg, dan seterusnya, begitu juga dengan mesin pengering. Untuk mesin-mesin kelas industri keluaran Jerman memiliki kualitas terbaik, tapi harganya jauh lebih mahal dibandingkan mesin keluaran Jepang.
Untuk memulai usaha jenis rumahan, Anda bisa memakai mesin rumahan, tetapi daya tampung cucinya kurang besar. Sehingga bila permintaan cucian meningkat Anda harus menggunakan beberapa mesin cuci. Berbisnis laundry mengandalkan kuantitas yang besar, karena keuntungan per potong dari sisi nominal tak terlalu besar.
Maka, pemasaran atau jumlah cucian akan amat menentukan kapan investasi Anda kembali modal serta keuntungan yang ingin diraih. Jika usaha ini ingin dilakukan dengan skala menengah memang dibutuhkan modal yang cukup besar, antara ratusan juta sampai satu miliar rupiah.
Ber-partner jadi salah satu alternatif yang bisa dilakukan. Namun, mencari partner pun tak mudah. Harus ada kecocokan dan kesamaan visi dan misi dalam menjalankan usaha bersama. Juga harus ada hitung-hitungan tegas dan jelas dalam modal serta sistem bagi hasil. Jika tak dibuatkan dalam bentuk legal (badan hukum), harus ada perjanjian bersama yang mengikat.
Banyak sekali seluk beluk soal bisnis ini yang bisa Anda ketahui jika ingin memulainya di level menengah. Untuk informasi lebih lanjut, ada asosiasi atau perkumpulan dari pengusaha laundry (khususnya laundry menengah dan besar), dimana Anda bisa bertanya lebih spesifik dan mendetail seputar usaha ini. Salam usaha!
Konsultan: Aidil Akbar Madjid, MBA, CFE®, CFP®, RFC®, Wealth Planner™, Pakar Ekonomi Mikro & Keluarga, Chairman, IARFC (International Association of Registered Financial Consultants) Indonesia
Selengkapnya...

